Kedudukan Zakat Dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Kedudukan Zakat Dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Hadis
DOI:
https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i11.3242Abstrak
Abstract
The high position of the zakat in the Qur'an's perspective and the hadith can be seen from many sources. (1) Zakat is the third pillar of Islamic building support after confession and prayer. (2) The obligation of charity in Islam is well known from clear and explicit information in the Qur'an and hadith. (3) Serious threats, both in the world and in the hereafter for the zakat takers. This study is a library study using the method of maudhu’i interpretation and hadith takhrij. The maudhu'i interpretation method is used to dig deep and holistic information from the Qur'an. While the hadith method of the hadith is used to obtain valid and comprehensive information from the hadith.
Keywords: zakat status, zakat obligation, pillars of Islam
Abstrak
Tingginya kedudukan zakat tersebut dalam perspektif al-Qur’an dan hadis dapat dilihat dari tiga hal. (1) Zakat adalah pilar ketiga penyangga bangunan Islam setelah syahadat dan shalat. (2) Kewajiban zakat dalam Islam diketahui secara pasti dari informasi yang jelas dan tegas dalam al-Qur’an dan hadis. (3) Ancaman yang berat, baik di dunia maupun di akhirat bagi para pengemplang zakat. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode tafsir maudhu’i dan takhrij hadis. Metode tafsir maudhu’i digunakan untuk menggali informasi secara mendalam dan holistik dari al-Qur’an. Sementara metode takhrij hadis digunakan untuk mendapatkan informasi yang valid dan komprehensif dari hadis.
Kata kunci: kedudukan zakat, kewajiban zakat, pilar islam
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




